5 Jenis e-Commerce dan Contohnya di Tahun 2021

Istilah e-commerce barangkali sudah sangat familiar di telinga Anda. Meski demikian, apakah Anda sudah tahu apa saja jenis e-commerce yang ada? Dalam ulasan berikut ini, Anda bisa temukan 5 kategori e-commerce, definisi, serta contohnya. Yuk, baca penjelasannya di bawah ini!

1. Business-to-Business (B2B).

Kategori yang satu ini mencakup seluruh transaksi barang maupun jasa yang dilakukan secara elektronik, di mana kedua belah pihak yang terlibat adalah sama-sama bisnis atau perusahaan. Artinya, yang menjadi pelanggan juga merupakan sebuah entitas bisnis.

Salah satu contohnya adalah Shopify, yaitu platform CMS website yang secara spesifik fokus pada bisnis online sebagai pelanggannya. Sebagai pemilik bisnis, Anda bisa membuat, mendesain, dan mengelola website Anda sendiri dengan mudah dan praktis, bahkan walaupun Anda tidak memiliki latar belakang atau keahlian di bidang pemrograman website sekalipun. Shopify sendiri menawarkan berbagai fitur dan layanan untuk menunjang bisnis online Anda, seperti sistem dropship Shopify sehingga Anda bisa berjualan dengan sistem dropship dari vendor manapun di seluruh dunia.

2. Business-to-Consumer (B2C).

Sedangkan jenis ecommerce yang satu ini melibatkan pihak perusahaan atau entitas bisnis, dengan pelanggannya adalah end user, pengguna akhir, atau konsumen akhir. Nah, apabila dikaitkan dengan bisnis online yang Anda jalankan, bisnis Anda tersebut masuk ke dalam kategori B2C.

Lewat kemajuan teknologi serta dukungan platform ecommerce yang lebih baik, kemunculan website B2C pun semakin marak dan menjadi hal yang wajar. Terlebih, masyarakat dunia saat ini telah menunjukkan perubahan kebiasaan belanja dari offline melalui transaksi di ritel tradisional/konvensional menjadi online.

Sebagai pemilik usaha, tentu Anda jangan sampai melewatkan peluang ini, terutama jika Anda ingin agar bisnis Anda bisa bertahan dengan stabil di masa depan. Untungnya, Anda bisa manfaatkan layanan Shopify untuk mulai menjalankan bisnis Anda secara virtual.

Ada banyak contoh ecommerce yang masuk ke dalam kategori B2C ini, termasuk toko online Anda. Misalnya Tiket.com, iwearup.com, dan seterusnya.

jenis e-commerce- Blog 1

3. Consumer-to-Consumer (C2C).

Untuk kategori yang satu ini, transaksi barang maupun jasa yang terjadi secara elektronik dilakukan antar konsumen. Biasanya, transaksi seperti ini didukung oleh pihak ketiga sebagai penyedia platform online. Contohnya OLX.com, di mana Anda bisa menjual barang bekas tak terpakai atau barang lama dalam kondisi baik kepada orang lain. Dengan demikian, Anda bisa langsung berjualan lewat platform yang sudah ada. 

4. Consumer-to-Business (C2B).

Kategori ini adalah kebalikan dari B2C, di mana C2B memberikan fasilitas bagi konsumen akhir sebagai penyedia barang maupun jasa, yang dapat digunakan oleh entitas bisnis atau perusahaan, misalnya desainer grafis yang menyediakan jasa desain logo atau gambar untuk sebuah bisnis. Salah satu contoh C2B adalah Shutterstock.com.

5. Online-to-Offline (O2O).

Jenis ecommerce ini merupakan kategori di mana sebuah bisnis akan menarik pelanggan lewat website atau aplikasi, yang tujuannya adalah agar pelanggan tersebut menjadi aware atau mengunjungi toko fisik atau offline bisnis tersebut. Contoh O2O paling mudah adalah layanan KlikIndomaret milik Indomaret, atau AlfaGift milih Alfamart. Lewat aplikasi tersebut, Anda bisa melakukan pemesanan barang yang dapat diantar langsung ke alamat Anda, atau diantar ke cabang terdekat dari alamat Anda untuk Anda ambil tanpa harus mengantre.

Related Post

7 Tips Membuat Web Shopify Dengan Gampang!

7 Tips Membuat Web Shopify Dengan Gampang!

Apakah Anda pernah mendengar tentang Shopify? Banyak dari Anda mungkin sudah pernah mendengarnya…

Read More >>
10 Aplikasi e-Commerce Bantu Bisnis Anda Semakin Lancar di 2021

10 Aplikasi e-Commerce Bantu Bisnis Anda Semakin Lancar di 2021

Ingin memulai bisnis online di tahun 2021? Pelajari dulu aplikasi-aplikasi e-commerce terbaik di…

Read More >>

Leave a Comment