Contoh e-Commerce dan e-Bisnis, Apa Perbedaannya?

Dewasa ini, internet tidak lagi sebatas media untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain tanpa batas. Bagi para pengusaha dan orang-orang lain yang tertarik di bidang bisnis, internet juga merupakan sarana yang menguntungkan untuk meningkatkan keuntungan. Maka, tidak heran jika banyak sekali istilah-istilah baru di bidang bisnis yang kita jumpai, misalnya e-commerce dan e-bisnis. Sekilas, kedua istilah tersebut terkesan sama. Namun ternyata, terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara keduanya. Nah, apa sajakah contoh e-commerce dan e-business beserta penjelasannya? Simak pemaparannya berikut ini.

E-Commerce

E-Commerce memiliki definisi kegiatan-kegiatan yang menggunakan internet dan platform-platform terkait untuk transaksi. Kegiatan ini secara umum melibatkan 2 pihak utama, yaitu si penjual dan pembeli. Tentunya, transaksi dilakukan secara online baik melalui website, situs-situs penjualan, maupun sosial media.

Contohnya adalah apabila Anda ingin membeli sepatu secara online. Maka, Anda akan mengunjungi website-website toko sepatu atau akun-akun sosial media untuk melihat barang yang ditawarkan. Jika ada yang cocok, Anda akan memilih satu diantaranya, memasukkan produk ke dalam Cart, melakukan pembayaran, dan barang akan dikirim ke alamat Anda. Nah, kegiatan di atas masuk dalam kategori e-commerce.

contoh e-commerce dan e-business-blog 1

E-Bisnis

Lalu, bagaimana dengan e-bisnis? Ternyata, e-bisnis cukup berkaitan dengan e-commerce. Namun, cakupannya lebih luas, tidak hanya terbatas pada kegiatan jual beli antara pedagang dan pembeli secara online. E-Bisnis merupakan proses bisnis yang dilakukan secara digital atau online. Tidak hanya menyangkut transaksi, kegiatan ini juga meliputi edukasi dan pemberian informasi mengenai suatu perusahaan. Apabila terjadi sebuah transaksi dalam e-bisnis, maka, transaksi tersebutlah yang masuk ke dalam kategori e-commerce.

Kegiatan-kegiatan dalam e-bisnis jauh lebih kompleks karena terdapat banyak hal di dalamnya. Hal-hal tersebut dimulai dari perencanaan proses produksi, manajemen resiko, pengembangan dan produksi produk atau jasa, manajemen keuangan, marketing dan promosi, pelayanan pelanggan dan masih banyak lagi.

Contoh dari e-bisnis adalah sebagai berikut. Anda adalah seseorang yang tertarik untuk menekuni bisnis di bidang fashion wanita. Selain menyiapkan lapak fisik untuk menjual dagangan Anda, Anda juga mempersiapkan berbagai macam platform untuk menarik pelanggan secara digital. Maka, Anda memulai usaha Anda dari awal, mulai dari membuat nama toko yang enak didengar, mencari konsep dan image dari bisnis, memproduksi dan membeli secara grosir produk-produk yang akan dijual, membuat akun-akun untuk promosi dan pemasaran, mengelola keuangan, dan masih banyak lagi. Nah, semua kegiatan yang Anda lakukan di atas masuk ke dalam kategori e-bisnis.

Tentunya, setelah terjadi transaksi, Anda masih perlu untuk melakukan evaluasi. Misalnya saja, terkait dengan pemasaran, apakah strategi pemasaran Anda sudah tepat atau belum. Anda mungkin pelru juga untuk membuat survey terkait dengan target marketing bisnis Anda untuk memaksimalkan keuntungan yang ingin diperoleh.

Related Post

7 Tips Membuat Web Shopify Dengan Gampang!

7 Tips Membuat Web Shopify Dengan Gampang!

Apakah Anda pernah mendengar tentang Shopify? Banyak dari Anda mungkin sudah pernah mendengarnya…

Read More >>
10 Aplikasi e-Commerce Bantu Bisnis Anda Semakin Lancar di 2021

10 Aplikasi e-Commerce Bantu Bisnis Anda Semakin Lancar di 2021

Ingin memulai bisnis online di tahun 2021? Pelajari dulu aplikasi-aplikasi e-commerce terbaik di…

Read More >>

Leave a Comment