Perbandingan Shopify dengan Platform E-Commerce Toko Online Lain, Mana yang Lebih Baik?

Membangun toko online kini sudah bisa dilakukan dengan sangat mudah. Pilihan platform yang bisa digunakan sangat beragam. Anda memang punya pertimbangan berjualan online memakai media sosial. Namun, dengan memiliki website toko online, Anda punya kesempatan menjangkau konsumen lebih banyak.

Cara membuat website toko online bisa dilakukan dengan berbagai opsi. Apalagi, saat ini tersedia beragam produk content management system (CMS) toko online di internet. Shopify merupakan salah satu CMS terpopuler. Saat ini, Shopify pun dikenal platform e-commerce dengan jumlah terbanyak kedua dunia.

Namun, bagaimana perbandingan Shopify dengan CMS toko online lain? Apakah Shopify mampu memberikan keuntungan lebih banyak? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, yuk simak artikel ini lebih lanjut!

Shopify vs WooCommerce: Manakah yang Terbaik untuk Jualan Online Anda?

SHOPIFY vs other platforms 2

WooCommerce tercatat sebagai platform CMS toko online terpopuler dunia, mengalahkan popularitas Shopify. Dengan status tersebut, cukup menarik untuk melihat perbandingan Shopify vs WooCommerce.

Harga

Perbandingan yang pertama bisa dilihat dari biaya penggunaan layanan kedua platform. Pemakaian WooCommerce bisa Anda lakukan secara gratis. Namun, Anda perlu terlebih dahulu memiliki website berbasis WordPress untuk bisa memanfaatkan WooCommerce. Oleh karena itu, Anda juga perlu mengeluarkan biaya terkait pembelian domain dan sewa hosting.

Sementara itu, Shopify merupakan layanan CMS toko online berbayar. Pihak Shopify menyediakan 3 pilihan paket berlangganan yang bisa Anda manfaatkan. Tiga paket tersebut adalah Basic Shopify (US$29 per bulan), Shopify (US$79 per bulan, dan Advanced Shopify (US$299 per bulan). Setelah melakukan pembayaran, Anda bisa secara langsung membangun toko online tanpa perlu lagi membeli domain ataupun sewa hosting.

Paket pembelian Shopify sudah termasuk domain toko online gratis yang disertai embel-embel myshopify.com. Kalau mau, Anda bisa mengubah nama domain tersebut dengan custom domain.

Kelebihan dan Kekurangan Utama

Selanjutnya, Anda juga dapat melihat perbandingan Shopify vs WooCommerce berdasarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan dan Kekurangan Shopify

Kelebihan ShopifyKekurangan Shopify
Praktis. Layanan Shopify sudah cukup lengkap, mencakup hosting dan security. Selain itu, Anda juga tidak perlu menuliskan kode pemrograman apa pun dalam proses pembuatan toko online.Biaya transaksi. Shopify memberlakukan biaya untuk setiap transaksi yang berlangsung di platform CMS mereka. Besaran potongan biayanya bergantung dengan pilihan paket. Satu-satunya cara agar terbebas dari biaya transaksi adalah memakai metode pembayaran Shopify Payments.
Layanan support 24/7. Terdapat berbagai channel yang dapat dimanfaatkan ketika mengalami permasalahan terkait pemakaian Shopify. Anda dapat menggunakan fasilitas bantuan, forum komunitas, atau layanan customer support yang siap membantu 24/7. Biaya berlangganan mahal. Karena menggunakan sistem berlangganan, Anda perlu mempersiapkan modal cukup besar saat memakai Shopify.
Kemudahan integrasi. Anda dapat menggabungkan beberapa channel penjualan sekaligus memakai Shopify. Dukungan integrasi ini bisa dimanfaatkan ketika Anda berjualan di eBay, Facebook, Amazon, Shopee, dan marketplace lainnya. 

Kelebihan dan Kekurangan WooCommerce

Kelebihan WooCommerceKekurangan WooCommerce
Kebebasan berkreasi. Label sebagai platform open source, membuat Anda dapat berkreasi secara bebas di WooCommerce. Anda dapat memodifikasi tampilan website sesuka hati dengan mengubah kodenya.Pengoperasian yang tidak ramah pemula. Untuk memperoleh desain tampilan toko online yang flawless, Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang coding.
Pemakaian fleksibel. WooCommerce dapat dimanfaatkan untuk berbagai pilihan produk, mulai dari fashion, perkakas rumah tangga, hingga produk digital. 
Murah. Harga murahnya kerap jadi pertimbangan para pengusaha pemula. Apalagi, penggunaan fitur tambahan lewat pemakaian ekstensi juga dapat dilakukan dengan biaya terjangkau. 

Dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangannya, Shopify jadi pertimbangan tepat untuk para pebisnis. Anda tidak perlu repot-repot mengotak-atik aspek teknis website. Sebagai gantinya, Anda bisa fokus meningkatkan konversi serta angka penjualan.

Desain tampilan

SHOPIFY vs other platforms 1

Perbandingan Shopify dengan WooCommerce selanjutnya bisa dilihat dari aspek desain tampilan. Pada bagian ini, Anda akan menjumpai kalau keduanya sama-sama mampu menghadirkan desain tampilan toko online yang bagus dan terlihat profesional.

Terdapat lebih dari 100 tema gratis dan berbayar yang bisa ditemukan di theme store Shopify. Harga tema premium bisa Anda jumpai dipatok dengan banderol mulai dari US$100 hingga US$180. Selain itu, Anda dapat pula menjumpai beragam tema premium pihak ketiga melalui ThemeForest.

WooCommerce menyediakan pilihan tema yang lebih variatif dibanding Shopify. Tersedia lebih dari 7.000 tema gratis dan berbayar di repository-nya. Kalau masih belum cukup, Anda dapat pula berbelanja tema premium di ThemeForest, dengan harga relatif murah kisaran US$30 hingga US$80.

Secara kuantitas, pilihan tema Shopify memang lebih sedikit dibandingkan WooCommerce. Namun, tema yang dimiliki Shopify punya desain tampilan yang lebih halus dan menarik. Kalau mau, Anda dapat pula melakukan kustomisasi desain menggunakan theme editor.

Fitur

SHOPIFY vs other platforms 5

Shopify dan WooCommerce merupakan CMS toko online. Oleh karenanya, kedua platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang memberi kemudahan aktivitas transaksi. Pengguna Shopify mendapatkan keuntungan dengan beberapa fitur bawaan penting seperti:

  • Abandoned cart email
  • Impor dan ekspor daftar produk memakai berkas CSV
  • Pelacakan dan perhitungan ongkos kirim
  • Kemampuan memperbesar foto produk
  • Rating dan ulasan

Sementara itu, beberapa fitur bawaan yang dimiliki WooCommerce di antaranya adalah:

  • one-click refund
  • Pencarian produk
  • SEO
  • Cross-selling

Dengan mempertimbangkan fitur bawaan tersebut, Anda dapat menyesuaikannya dengan tingkat kebutuhan. Pertimbangan tersebut penting dilakukan untuk meminimalkan pengeluaran akibat pembelian add-on berbayar.

Shopify vs Marketplace: Apa yang Membedakan Shopify dengan Marketplace?

SHOPIFY vs other platforms 6

Keberadaan marketplace memberi kemudahan bagi para pebisnis menawarkan produk secara online. Pilihan marketplace yang bisa dimanfaatkan juga beragam, mulai dari Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Shopee, hingga Amazon. Lalu, apa yang membedakan antara Shopify dengan marketplace?

Kalau melakukan perbandingan Shopify dengan marketplace, Anda akan menemukan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan dan Kekurangan Berjualan di Marketplace

Saat menggunakan layanan marketplace, terdapat beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan, yaitu:

  • Biaya murah meriah. Anda tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk perawatan website ataupun biaya berlangganan software tertentu.
  • Jaminan traffic tinggi. Kalau berjualan di marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Amazon, Etsy, dan semacamnya, Anda tidak perlu memikirkan hal-hal berkaitan SEO untuk mendatangkan traffic. Semua itu dikelola secara menyeluruh oleh pihak marketplace.
  • Tak perlu pusing dengan aturan terkait transaksi penjualan. Pihak marketplace telah menetapkan standar peraturan, seperti aturan pengiriman, pembayaran, refund, dan lain sebagainya. Dengan begitu, Anda pun bisa mulai berjualan.

Meski begitu, terdapat beberapa kekurangan yang harus dihadapi saat memilih berjualan di marketplace, di antaranya:

  • Biaya berjualan. Para seller yang menjual produk di marketplace bakal dibebani biaya administrasi dengan jumlah tertentu. Bahkan, ada pula marketplace yang menetapkan biaya berupa payment fee yang dihitung berdasarkan nilai jual barang.
  • Tingkat persaingan tinggi. Penjual yang menawarkan produknya di marketplace terkemuka sangat banyak. Situasi tersebut membuat tingkat persaingan antara masing-masing penjual sangat tinggi.

Kalau Anda tidak mampu bersaing, bisa dipastikan bahwa angka penjualannya bakal sangat minim. Kalau ingin meningkatkan daya saing, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan iklan.

  • Tidak ada loyalitas konsumen. Pelanggan marketplace merupakan tipikal konsumen yang tidak loyal. Mereka tidak mementingkan merek produk. Sebagai gantinya, pengguna marketplace kerap mengutamakan harga murah.

Ditambah lagi, sistem yang disediakan oleh marketplace tidak memungkinkan Anda untuk membangun data konsumen secara otomatis. Alhasil, Anda pun tidak memiliki peluang untuk melakukan retargeting konsumen.

Kelebihan dan Kekurangan Berjualan di Toko Online Shopify

SHOPIFY vs other platforms 8

Seperti halnya marketplace, penggunaan CMS toko online Shopify juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Shopify

  • Kontrol penuh. Kepemilikan toko online membuat Anda punya kontrol penuh terhadap segala hal di dalamnya. Kalau hal ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, Anda dapat meningkatkan kenyamanan para pelanggan saat bertransaksi.
  • Akses customer insight. Melalui toko online Shopify, Anda dapat mengumpulkan berbagai data penting yang berguna memperoleh insight bisnis. Beberapa data penting tersebut antara lain adalah history pembelian, pola konversi, demografi konsumen, data email, dan lain sebagainya.
  • Fleksibilitas pola pemasaran. Saat menggunakan toko online berbasis Shopify, Anda bisa menerapkan beragam jenis strategi pemasaran, mulai dari iklan Google, Facebook, SEO, dan lainnya.
  • Bisnis jangka panjang. Dibandingkan dengan berjualan di marketplace, toko online menjanjikan kelangsungan bisnis  lebih panjang. Di samping itu, Anda juga bisa memaksimalkan keuntungan karena tak perlu membayarkan biaya berjualan seperti halnya di marketplace.
  • Pilihan app yang sangat variatif. Keberagaman app yang disediakan Shopify membuat Anda bisa menambahkan berbagai fitur ekstra sesuai tingkat kebutuhan. Sebagai contoh, Anda perlu menggunakan app perhitungan ongkos kirim untuk wilayah Indonesia, sistem pembayaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia, dan lain sebagainya.

Kekurangan Shopify

Selain itu, ada pula beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan saat membangun website toko online Shopify, yaitu:

  • Biaya awal yang cukup besar. Pengeluaran saat pembuatan toko online merupakan investasi. Kalau toko online dijalankan dengan baik, Anda bisa meraih keuntungan berkali-kali lipat. Sebaliknya, kalau pengelolaannya berjalan burung, Anda akan memperoleh kerugian cukup besar.
  • Butuh waktu. Website toko online yang telah Anda bangun tidak akan serta merta ramai pengunjung. Strategi pemasaran yang diterapkan juga tidak secara langsung memperlihatkan hasil. Butuh waktu beberapa lama sehingga Anda bisa merasakan manfaat dari strategi tersebut.

Kalau melihat hasil perbandingan Shopify dengan marketplace, keduanya punya karakteristik berbeda. Kepemilikan Shopify menjanjikan kesuksesan besar di masa depan. Cocok untuk pebisnis yang ingin membangun kerajaan bisnis. Sementara itu, marketplace menawarkan peluang meraih keuntungan dalam waktu relatif singkat.

Shopify vs Magento: Anda Pilih yang Mana?

SHOPIFY vs other platforms 4

Seperti halnya WooCommerce, Magento merupakan CMS toko online open source yang bisa didapatkan secara gratis. Angka penggunaannya juga cukup populer, termasuk dalam 10 CMS toko online yang paling dicari. Oleh karenanya, cukup menarik melihat perbandingan Shopify dengan Magento.

Kelebihan dan Kekurangan Shopify

Pandangan umum mengenai plus minus Shopify, bisa dilihat pada pembahasan sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Magento

Kelebihan MagentoKekurangan Magento
Komunitas pengguna yang sangat luas. Anda bisa berinteraksi dengan sesama pengguna Magento lewat Magento Forum.Tak ramah di mata para pemula. Untuk pengoperasiannya, Anda perlu memiliki pengetahuan tentang coding dan sekaligus memahami pemakaiannya.
Fleksibilitas pemakaian. Penggunaan Magento membuat Anda bisa secara bebas memodifikasinya. Tidak ada batasan seberapa jauh modifikasi yang dapat dilakukan dengan Magento.Proses instalasi yang merepotkan. Tidak semua penyedia layanan hosting memberi dukungan untuk instalasi Magento.
Pilihan ideal untuk perusahaan berskala menengah ke atas. CMS toko online ini memiliki sistem yang stabil dan canggih. Keberadaannya sangat pas untuk perusahaan yang punya modal kuat untuk merekrut tenaga developer. 

Desain

Seperti yang telah disebutkan, Anda dapat menjumpai pilihan tema Shopify yang cukup variatif. Anda dapat memilih untuk menggunakan tema yang tersedia di theme store Shopify atau theme store pihak ketiga seperti ThemeForest. Tema-tema tersebut tak hanya menawarkan desain tampilan yang cantik, tetapi juga responsif.

Desain tema untuk CMS toko online berbasis Magento tidak kalah variatif. Anda dapat menemukan tema yang dapat secara langsung dipakai atau bisa pula memilih tema custom sesuai tingkat kebutuhan dan keinginan.

Harga tema untuk toko online Magento berkisar di angka US$100. Namun, kalau Anda menginginkan tema custom, harganya bakal berselisih sangat jauh. Harga tema custom Magento berkisar mulai dari US$600 hingga US$25.000. Alhasil, pemakaiannya hanya sesuai bagi perusahaan bermodal besar.

Add-on

Pemakaian add-on berguna untuk menambahkan fitur ekstra pada toko online. Di Shopify, add-on dikenal sebagai app. Sementara itu, para pengguna Magento menyebutnya sebagai extension. Namun, apakah penggunaan add-on pada kedua platform ini memiliki manfaat yang setara?

App Store Shopify menawarkan lebih dari 1.200 app gratis dan berbayar yang bisa Anda manfaatkan. Jenis app yang tersedia juga sangat beragam, mulai dari app email marketing, pemasangan iklan di media sosial, perhitungan biaya pengiriman, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak app yang ditawarkan Shopify, terdapat beberapa add-on yang secara khusus memiliki popularitas tinggi, di antaranya:

  • Trust Hero. App ini memiliki fungsi untuk menampilkan digital security badges yang berguna mendorong pengunjung menyelesaikan pembayaran. Hal yang perlu Anda ketahui, sebanyak 15% abandoned cart toko online terjadi karena kekhawatiran konsumen terkait keamanan sistem pembayaran.
  • Trackr. Add-on Shopify ini berguna untuk memberi info secara transparan kepada konsumen. Keberadaannya membuat konsumen bisa memperoleh informasi terbaru terkait barang pesanannya.
  • Analytics Buddy. App untuk Shopify ini berguna untuk memperoleh insight bisnis. Dengan menggunakan Analytics Buddy, Anda bisa mengintegrasikan data Google Analytics pada dashboard Shopify.

Sementara itu, Magento menawarkan pilihan extension yang jauh lebih banyak, mencapai lebih dari 5.000 unit. Dari sekian banyak add-on, sekitar 1.900 di antaranya bisa Anda dapatkan secara gratis. Selanjutnya, extension berbayar punya harga bervariasi, dan bahkan bisa mencapai angka lebih dari US$2.000.

Ada beberapa add-on Magento yang perlu Anda perhatikan ketika tertarik menggunakan platform CMS toko online ini, yaitu:

  • Product Pre-Order. Add-on ini bermanfaat untuk mengirim email secara otomatis ketika produk sudah tersedia.
  • Remarkety. Extension Magento yang satu ini sangat bermanfaat kalau Anda melakukan kampanye marketing lewat email dan media sosial. Keberadaannya mampu mengintegrasikan aktivitas kampanye di dalam dashboard Magento.
  • Banner Slider. Kalau Anda ingin memperoleh penghasilan ekstra dari toko online, extension ini adalah jawabannya.

Biaya

Aspek perbandingan Shopify dengan Magento selanjutnya adalah terkait biaya. Paket penggunaan Shopify dapat dilihat pada pembahasan sebelumnya. Sementara itu, pemakaian Magento memerlukan biaya untuk layanan hosting dan domain.

Hal yang perlu diperhatikan, tidak semua penyedia hosting mampu mendukung pemakaian Magento. SiteGround adalah salah satu perusahaan penyedia hosting yang memilikinya. Selanjutnya, Anda pun perlu memilih paket layanan sesuai tingkat kebutuhan.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan biaya terkait pemakaian add-on. Pembelian app Shopify relatif lebih terjangkau dibandingkan extension Magento. Hal ini cukup lumrah, mengingat Magento ditujukan untuk perusahaan berskala besar.

Shopify vs Wix vs Sirclo vs Bigcommerce: Perbandingan Shopify dengan E-Commerce Sistem Lainnya

SHOPIFY vs other platforms 7

Tahapan lebih lanjut, Anda juga perlu mengetahui perbandingan Shopify dengan beberapa sistem e-commerce lain. Terdapat tiga CMS toko online lain yang menarik untuk dibandingkan dengan Shopify, yakni Wix, Sirclo, dan Bigcommerce.

Shopify vs Wix

Saat menggunakan Wix, Anda akan memperoleh beberapa keuntungan utama, yaitu:

  • Pilihan tema yang cukup variatif. Anda dapat menjumpai lebih dari 500 template berbayar dan gratis yang disediakan oleh Wix. Desain tampilannya juga responsif, terlihat bagus tidak hanya pada perangkat desktop, tapi juga untuk perangkat mobile.
  • Cara pengoperasian Wix sangat mudah. Dengan sistem drag & drop, Anda tidak akan mengalami kesulitan ketika ingin mendesain tampilan website sendiri di Wix. Apalagi, Wix juga memiliki editor selular yang memperlihatkan preview tampilan website di perangkat mobile.
  • Fitur yang tersedia di Wix cukup lengkap. Anda bisa menjumpai fitur berupa perhitungan biaya ongkos kirim, dukungan multichannel sales, sistem pembayaran yang variatif, dan lain sebagainya.
  • Harganya murah. Wix menyediakan 3 pilihan paket ecommerce yang bisa Anda gunakan. Paket termurah dipatok seharga US$17 per bulan, Business Basic. Sementara itu, paket termahal Business VIP dibanderol sebesar US$35 per bulan.

Selain menawarkan kelebihan, ada pula beberapa kekurangan yang perlu dicermati saat memakai Wix, yaitu:

  • Layanan support yang terbatas. Anda tidak akan menemukan layanan live chat 24/7 di Wix. Pilihan dukungan hanya bisa dijumpai lewat keberadaan forum serta panggilan telepon yang hanya tersedia pada jam kerja.
  • Opsi desain yang terbatas. Pilihan template yang ditawarkan Wix tidak sebanyak Shopify. Apalagi, Anda juga tidak bisa memodifikasi tampilan tema toko online berbasis Wix.

Shopify vs Sirclo

Sirclo merupakan startup yang berkembang di Indonesia. Cukup menarik untuk melihat perbandingannya dengan Shopify yang terkenal sebagai salah satu market leader di segmen ecommerce.

Terdapat beberapa fitur unggulan yang bisa Anda dapatkan dari Sirclo, yaitu:

  • Toko online yang dibuat dengan ekosistem bisnis di Indonesia. Sebagai contoh, Anda akan mereka menyediakan fitur perhitungan biaya kirim berdasarkan layanan ekspedisi di tanah air, seperti SiCepat, Paxel, dan GoSend.
  • Proses pembuatan website toko online yang sangat mudah. Terdapat template yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Anda pun tidak perlu kerepotan menjalankannya, tanpa harus memiliki pengetahuan coding.
  • Biaya berlangganan Sirclo yang relatif murah. Terdapat 3 pilihan paket yang ditawarkan Sirclo, yakni Basic (Rp3,8 juta per tahun), Profesional (Rp9,8 juta per tahun), dan Enterprise (Rp19,8 juta per tahun).
  • Integrasi marketplace. Sirclo memiliki fitur bernama Connexi yang berguna untuk menghubungkan dashboard Sirclo dengan beberapa marketplace terkemuka tanah air, seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Blibli.com, Zilingo, Elevania, dan Zalora.

Meski begitu, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan saat menggunakan Sirclo:

  • Desain tampilan yang cenderung flat. Selain itu, pilihan desain yang dapat digunakan juga terbatas. Saat ini, Anda hanya bisa menemukan sebanyak 25 template, baik yang berbayar ataupun gratis, di Store Sirclo. Harga template-nya variatif, mulai dari Rp199 ribu hingga Rp499 ribu.
  • Layanan support yang terbatas. Layanan customer support yang disediakan Sirclo hanya terbatas pada jam kerja, yakni 9.00 – 16.00 WIB. Anda pun bakal mengalami kesulitan ketika punya permasalahan di hari libur.
  • Sirclo memang memberi kenyamanan saat Anda hanya membangun toko online dengan segmen pasar dalam negeri. Namun, Anda bakal menjumpai banyak kesulitan ketika ingin memasarkan produk ke luar negeri.

Shopify vs Bigcommerce

Perbandingan Shopify dengan Bigcommerce cukup menarik, karena keduanya berstatus sebagai CMS toko online terpopuler dunia. Terdapat beberapa poin utama yang menjadi kelebihan Bigcommerce, yaitu:

  • Desain tampilan responsif. Bigcommerce menyediakan sebanyak 12 template gratis dan 140 template premium. Pilihannya memang tidak sebanyak Shopify, tetapi Anda dapat memodifikasi tampilannya sesuai kebutuhan. Harga template premium Bigcommerce juga tidak terlalu mahal, berkisar antara US$150 – US$300.
  • Fitur yang lengkap. Bigcommerce mendukung transaksi dengan berbagai mata uang. Selain itu, Bigcommerce juga memiliki fitur seperti Shopify, yakni abandoned cart yang sangat bermanfaat bagi pemilik toko online.
  • Perhitungan biaya kirim dapat diatur dengan berbagai cara. Tidak hanya pemakaian aturan bebas ongkos kirim, Anda juga dapat menggunakan aturan biaya kirim flat, biaya kirim berbasis harga, biaya bergantung berat, dan perhitungan ongkos kirim dari pihak ketiga.

Dibandingkan Shopify, terdapat beberapa kekurangan pada Bigcommerce, yaitu:

  • Pilihan template yang disediakan Bigcommerce cenderung memiliki kemiripan satu sama lain.
  • Fitur SEO yang dimiliki Bigcommerce tidak selengkap seperti Shopify.

Kapan Anda Tahu Harus Menggunakan Shopify?

SHOPIFY vs other platforms 3

Dengan memperhatikan perbandingan Shopify di atas, dapat diketahui kalau platform ini punya kelebihan tersendiri yang sulit didapatkan dari CMS toko online lain. Lalu, kapan Anda perlu menggunakan layanan Shopify? Terdapat beberapa kriteria pebisnis yang cocok dengan kelebihan dan kekurangan Shopify, yakni:

Dari hasil perbandingan Shopify dan WooCommerce tersebut, bisa disimpulkan bahwa:

Anda cocok dengan Shopify kalau:

  • Sudah pernah menggunakan ecommerce website builder seperti Wix, Squarespace, atau Weebly. Dibandingkan ketiga website builder tersebut, Shopify menawarkan fitur yang lebih lengkap dan andal.
  • Anda berkeinginan untuk memiliki toko online dan menjalankannya secepat-cepatnya. Cara pembuatan website toko online dengan Shopify bisa diselesaikan hanya dalam hitungan menit.
  • Anda termasuk pebisnis pemula yang ingin berkecimpung di bisnis online dan berkeinginan mempunyai toko online yang andal. Bahkan, desain tampilan toko online yang dimiliki bakal tidak kalah keren dibandingkan toko online milik perusahaan besar.
  • Anda yang ingin memperoleh rasa nyaman dalam menjalankan bisnis. Shopify mampu menyediakan layanan bantuan ataupun dukungan sistem pembayaran secara lengkap.

Nah, itulah perbandingan Shopify secara komprehensif dengan berbagai CMS toko online lain di pasaran. Dengan melihat perbandingan tersebut, terlihat jelas kalau Shopify memang layak disebut sebagai CMS toko online terbaik yang menawarkan kemudahan dan kenyamanan pemakaian.

SHOPIFIED siap membantu Anda dalam membangun dan mengelola website toko online berbasis Shopify. Anda pun tinggal duduk santai dan menjalankan aktivitas bisnis online seperti biasa. Bermodalkan toko online berbasis Shopify, Anda pun bisa menjalankan bisnis online tidak hanya terbatas di wilayah Indonesia, tetapi juga pangsa pasar luar negeri.

Related Post

7 Tips Membuat Web Shopify Dengan Gampang!

7 Tips Membuat Web Shopify Dengan Gampang!

Apakah Anda pernah mendengar tentang Shopify? Banyak dari Anda mungkin sudah pernah mendengarnya…

Read More >>
10 Aplikasi e-Commerce Bantu Bisnis Anda Semakin Lancar di 2021

10 Aplikasi e-Commerce Bantu Bisnis Anda Semakin Lancar di 2021

Ingin memulai bisnis online di tahun 2021? Pelajari dulu aplikasi-aplikasi e-commerce terbaik di…

Read More >>

Leave a Comment